Apa Bedanya Bookkeeping dan Accounting?

Apa Bedanya Bookkeeping dan Accounting?

Istilah bookkeeping dan accounting sering digunakan seacra bergantian oleh banyak orang. Kedua istilah ini saling berkaitan erat, tetapi faktanya memiliki tujuan dan peran yang berbeda.

Istilah bookkeeping sudah ada sejak berabad-abad lalu dan dikenal sebagai cara sederhana untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran. Kemudian, seiring berkembangnya bisnis menjadi lebih kompleks, muncul istilah accounting yang membantu perusahaan memahami posisi keuangan, kinerja bisnis, serta membutuhkan pelaporan yang lebih mendalam.

Meskipun kini banyak proses yang dibantu oleh software modern, peran bookkeeping dan accounting tetap berbeda. Memahami perbedaannya membantu bisnis mengelola keuangan dengan lebih baik dan memilih alat atau dukungan yang tepat.

Bagaimana Bookkeeping dan Accounting Saling Berkaitan?

Bookkeeping dan accounting dapat dibedakan secara sederhana dan mudah. Bookkeeping mencatat setiap kejadian yang terjadi, mulai dari penjualan, pembelian, pembayaran, dan penerimaan. Sementara accounting melihat seberapa sehat keuangan bisnis, apakah menghasilkan untung, bagaimana arus kas saat ini, dan memperikaran bagaimana langkah selanjutnya.

Bookkeeping sering diisebut sebagai fondasi dari accounting, karena dari pencatatan tersebut kita bisa membuat laporan keuangan, melakukan analisis, dan mendukung pengambilan keuputusan.

Tanpa bookkeeping yang rapi, accounting hanya akan menjadi proses “membersihkan” data yang berantakan. Sebaliknya, tanpa accounting, bookkeeping hanya menjadi daftar angka tanpa makna.

Apa Saja yang Termasuk dalam Bookkeeping?

Bookkeeping adalah proses terstruktur untuk mencatat transaksi keuangan bisnis, biasanya dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali.

Beberapa aktivitas utama dalam bookkeeping meliputi:

  • Mencatat faktur penjualan dan pembelian
  • Mencatat transaksi kas dan bank
  • Mengelola buku pelanggan dan pemasok
  • Melacak biaya, penggantian biaya, dan kas kecil
  • Memastikan bagan akun (chart of accounts) selalu diperbarui

Dalam praktik secara nyata, seorang bookkeeper biasanya bekerja langsung dengan dokumen asli (invoice, struk, dan laporan bank), memastikan semua transaksi tercatat dengan benar, dan menjaga catatan keuangan tetap lengkap dan konsisten.

Baca juga: 

Mengapa Kartu Kredit Perusahaan Kini Menjadi Sebuah Kewajiban?

Apa Itu Invoice? Definisi, Kegunaan, dan Contohnya

Apa yang Termasuk dalam Accounting

Berbeda dengan bookkeeping, accounting akan mengambil catatan transaksi dari proses bookkeeping dan mengubahnya menjadi gambaran besar tentang kinerja bisnis.

Beberapa tugas utama dalam accounting antara lain:

  • Meninjau dan menyesuaikan buku pada akhir periode
  • Menerapkan akrual, pembayaran di muka, dan depresiasi
  • Menyusun laporan keuangan seperti laba rugi, neraca, dan arus kas
  • Menganalisis kinerja melalui rasio, tren, dan perbandingan
  • Mendukung perhitungan pajak dan pelaporan
  • Memberikan saran terkait anggaran, biaya, dan keputusan strategis

Jika bookkeeping berfokus pada aktivitas harian, accounting berfokus pada interpretasi data. Seorang akuntan harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait untung-rugi suatu perusahaan, kemampuan memenuhi kewajiban keuangan, produk yang paling menguntungkan, dan cara untuk meningkatkan margin atau menurunkan biaya.

Karena melibatkan analisis dan pertimbangan profesional, akuntan biasanya memiliki pelatihan formal yang lebih mendalam dalam standar akuntansi, pajak, dan analisis keuangan.

Perbedaan Utama Bookkeeping dan Accounting

1. Tujuan

Bookkeeping tentunya memiliki tujuan yang berbeda dengan accounting. Bookkeeping memiliki tujuan mencatat dan mengatur semua transaksi keuangan secara akurat dan tepat waktu. Sementara accounting menginterpretasikan angka-angka data, memastikan keaptuhan, dan mendukung keputusan bisnis.

2. Ruang lingkup pekerjaan

Jika dilihat berdasarkan ruang lingkup pekerjaannya, bookkeeping mencakup pencatatan jurnal dan buku besar, pemeliharaan saldo akun, rekonsiliasi dasar, pelacakan arus masuk dan keluar harian.

Lain halnya dengan accounting yang lebih kompleks seperti menyusun laporan keuangan, penyesuaian dan penutupan buku, analisis tren dan kinerja, serta pelaporan pajak dan kepatuhan.

3. Posisi dalam siklus akuntansi

Siklus akuntansi dimulai dari identifikasi transaksi hingga penerbitan laporan keuangan. Bookkeeping mendominasi tahap awal untuk mencatat dan memposting transaksi. Sedangkan, accounting mengambil alih tahap akhir untuk menyesuaikan, merangkum, dan melaporkan.

4. Keterampilan dan aualifikasi

Sebagai bookkeeper Anda perlu menguasai beberapa skill seperti ketelitian yang tinggi, konsistensi, pemahaman tentang jurnal, debit, kredit, dan dokumentasi. Berbeda dengan bookkeeper, accountant biasanya membutuhkan pendidikan formal di bidang akuntansi, sertifikasi profesional, kemampuan analisis dan pemahaman regulasi pajak.

5. Output atau hasil kerja

Output dari bookkeeping biasanya adalah jurnal dan buku besar, neraca saldo (trial balance), saldo pelanggan dan pemasok. Sementara untuk accounting lebih mengurus laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan dashboard manajemen, anggaran, proyeksi.

6. Dampak terhadap pengambilan keputusan

Bookkeeping memastikan data keuangan dapat dipercaya. Sementara accounting mengubah data tersebut menjadi insight yang membantu pengambilan keputusan bisnis.

Bookkeeping yang buruk akan menghasilkan laporan yang tidak akurat. Sebaliknya, tanpa accounting, data yang baik tetap tidak memberikan arah yang jelas bagi bisnis.

Peran Software dalam Menggabungkan Bookkeeping dan Accounting

Dulu, bookkeeping dilakukan secara manual menggunakan buku besar kertas sehingga prosesnya lambat. Saat ini, software akuntansi berbasis cloud membantu mempercepat pencatatan dan menjaga data tetap terorganisir.

Contohnya:

  • Bank feeds mengimpor transaksi otomatis
  • Pemindaian struk mengubah gambar menjadi catatan biaya
  • Aturan otomatis mengkategorikan transaksi berulang
  • Laporan diperbarui secara real time

Dengan sistem seperti Zoho Books:

  • Bookkeeper dapat mengelola invoice, pengeluaran, dan rekonsiliasi
  • Accountant dapat menggunakan data yang sama untuk membuat laporan dan analisis

Semuanya dapat dilakukan dalam satu platform tanpa perlu berpindah alat.

Apakah Bisnis Membutuhkan Keduanya?

Sebagian besar bisnis biasanya membutuhkan keduanya. Bisnis kecil sering kali memiliki satu orang yang menangangi kedua fungsi tersebut dengan bantuan akuntan eksternal saat akhir tahun.

Untuk bisnis yang berkembang, biasanya sudah memisahkan peran bookkeeper untuk menangani pencatatan harian, sementara accountant mengawasi laporan dan analisis.

Yang paling penting bukanlah jabatan pekerjaannya, melainkan memastikan bahwa transaksi dicatat dengan akurat, catatan keuangan lengkap, hasilnya dianalisis dengan baik.

Kesimpulan

Perbedaan antara bookkeeping dan accounting terletak pada fokusnya, yaitu bookkeeping berfokus pada pencatatan transaksi dan accounting berfokus pada analisis dan interpretasi data keuangan.

Ketika catatan harian yang konsisten dipadukan dengan analisis yang tepat, bisnis dapat memperoleh gambaran keuangan yang jelas bukan sekadar angka di laporan.

Platform seperti Zoho Books membantu menyatukan kedua fungsi ini dalam satu sistem, sehingga pencatatan harian menjadi lebih mudah dan analisis keuangan menjadi lebih kuat serta lebih cepat diakses untuk pengambilan keputusan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kode bahasa komentar.
Dengan mengirimkan formulir ini, Anda setuju dengan pemrosesan data pribadi sesuai dengan Kebijakan Privasi.

Postingan Terkait